Samurai Biru Takluk

Buffon - liputanseputarbola.com

Liputan Seputar BolaItalia mengalahkan Jepang 4-3 untuk melaju ke semifinal Piala Konfederasi 2014. Pencapian Italia menuju semifinal turnamen pemanasan menjelang Piala Dunia tak berlangsung dengan mudah. Pertandingan yang berlangsung di Recife yang dibumbui dengan hujan khas daerah tropis berlangsung dengan sangat menarik. Italia harus mengejar ketertinggalan dua gol karena start buruk yang mereka lakukan saat pertandingan dimulai tapi berhasil mengejar ketertinggalan melalui gol bunuh diri dari Uchida dan penalti dari Balotelli.

Kemenangan ini meloloskan Italia ke babak semifinal dan akan berhadapan dengan Brazil pada pertandingan terakhir babak penyisihan grup di Salvador de Bahia, 22 Juni. Pertandingan terakhir itu juga akan menentukan juara grup, tim yang kalah besar kemungkinan akan menghadapi Spanyol yang berhasil mencukur gundul Haiti dengan 3 gol tanpa balas.

Start yang buruk – Cara Italia memeulai pertandingan tak bisa lebih buruk dari pada kemarin pagi. Mereka terlihat lemah dan kekurangan semangat – hampir sama seperti penampilan sekumpulan orang yang bersiap melakukan sepakbola pantai di sore hari, sungguh penampilan tak layak di turnamen kompetitif. Italia seperti meremehkan Jepang dan membiarkan tim samurai biru mengambil alih penguasaan bola. Sebaliknya, Jepang sangat bersemangat, agresif dan bereaksi cepat menghadapi opsi serangan yang dilakukan oleh timnas Italia. Kagawa bisa menemukan celah kosong diantara Maggio dan Aquilani. Pirlo – yang di pertandingan pertama dipuji-puji – tampil seperti bukan dirinya, sementara Barzagli dan Chiellini – duo bek tengah terbaik di Serie-A – tertekan penuh pada awal pertandingan karena pressing ketat dari lini depan Jepang. Maeda dan Kagawa benar-benar merepotkan Buffin.

Satu – Dua Jepang – lalu De Sciglio membuat kesalahan dasar yang bodoh saat melakukan backpass pada Buffon. Posisi Buffon yang terlalu jauh dan bola yang terlalu lemah membuat Buffon kerepotan untuk melakukan clearance. Buffon sukses menyapu bola ke depan berikut terjadi kontak dengan kaki Okazaki, cukup bagi wasit asal Argentina untuk memberikan penalty pada jawara Asia. Buffon dikartu merah dan Honda mengeksekusi penalty tanpa celah, gold an Jepang memimpin 1-0. Prandelli merespon dengan menarik keluar Aquailani dan menggantikan dia dengan Giovinco. Bukannya berhasil memperkecil kedudukan, lini belakang Italia malah melakukan kesalahan lagi, bola liar umpan dari Jepang tak dapat dihalau dengan sempurna oleh Chiellini dan Montolivo, Kagawa yang berada di posisi bebas melakukan tendangan first time kaki kiri, gol yang cantik dari pemain Manchester united. Kedudukan menjadi 0-2 dan bertambah sulit bagi Italia. Liputan Seputar Bola

Italia Melawan – Italia membuat serangan yang berbahanya pada menit ke 40, saat tendangan bebas Andrea Pirlo melayang tipis diatas mistar gawang. Tapi itu hanyalah peluang pertama yang dilakukan mereka, tak lama berselang, sundulan Daniele De Rossi menyambut umpan tendangan pojok Pirlo menembus jala gawang Kawashima. Gol ke 15 bagi gelandang AS Roma di kancah internasional. Gol itu membuat de Rossi hanya berjarak sedikit dari koleksi gol Balonceri, gelandang tersubur dalam sejarah timnas Italia. Paska satu gol itu, serangan Italia makin menggigit, Jepang pun goyah. Giaccherini berhasil memenangi duel bola dan umpannya salah dihalau Uchida hingga masuk ke gawang sendiri.

Sontak setelah gol itu, Italia terbangun dan hasrat untuk memenangkan pertandingan mulai Nampak. Dalam usahanya melakukan penyerangan, tendangan Giovinco membentur tangan Hasebe, tak beruntung bagi kapten Jepang itu. Balotelli yang maju sebagai algojo penalti melakukan tugasnya tanpa celah. Gol kedua Balotelli di turnamen ini. gol ini juga merupakan catatan istimewa karena Balotelli sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo penalti 19 kali berturut-turut.

Kedudukan menjadi 3-2 bagi Italia tapi Tifosi Italia harus menahan napas saat Okazaki berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 sundulannya menyambut tendangan bebas tak bisa dihalau Gianluigi Buffon. Gol kemenangan dicetak oleh Sebastian Giovinco melalui proses yang khas Italia, serangan meyengat saat pertahanan lawan sedang lemah, gol Giovinco di menit ke 86 karena kecerobohan barisan pertahanan Jepang. Jepang yang dikomandani orang Italia, Alberto Zaccheroni hampir menyamakan kedudukan andai dua kali usaha dari kagawa tak membentur mistar gawang.

Kemenangan susah payah bagi Italia dan kekalahan terhormat bagi Jepang. Liputan Seputar Bola

 

Italia 4-3 Jepang