Agen Judi Bola Sihir Montolivo Meredup Atau Kalah Bersinar

Agen Judi Bola Sihir Montolivo Meredup Atau Kalah BersinarAgen Judi Bola -  Piala Konfederasi seharusnya bisa menjadi ajang konsolidasi semua kemajuan yang dicapai Italia sejak Euro 2012, namun, meskipun berhasil mencapai peringkat ketiga, itu masih jauh dari ekspektasi sebelumnya. Di ajang pemanasan Piala Dunia Brazil 2014 itu, beberapa anggota yang dipilih Cesare Prandelli malah menunjukkan bahwa mereka tidak atau belum punya apa yang diperlukan untuk berkompetisi di level dunia. Sang pelatih pun harus kembali melakukan penilaian ulang anggota skuadnya untuk musim panas tahun depan.

Dengan Emanuele Giaccherini dan Antonio Candreva semakin menetapkan status meeka sebagai bintang baru timnas Italia, suporter Azzurri semakin melupakan Riccardo Montolivo. Montolivo yang seolah kehilangan tempat dan juga hilang di lapangan bisa disebabkan karena Prandelli kebingungan di mana peran ideal eks anak didiknya di Fiorentina itu, membuat Montolivo menggelandang di antara gelandang-gelandang kreatif Italia Andrea Pirlo, Alberto Aquilani, dan bahkan Daniele De Rossi. Meskipun pemain yang digadang-gadang menjadi kapten masa depan AC Milan itu mengalami musim paling konsistennya di klub setelah pindah ke San Siro, pemain tengah itu saat di Brazil tampak tidak serius, lebih seperti liburan.

Dengan Prandelli terus-menerus gagal menempatkan Montolivo di pusat aksi, kedua eks-Viola itu sejauh ini terbukti tidak mampu menunjukkan kembali hubungan baik mereka di level nasional, membuat sang pemain tengah menjadi enigma terbesar tim Azzurri generasi baru ini.

Bila dianalisa perbedaan performa pemain 28 tahun ini di klub dan negara, bisa diamati peran pengamatan jitu pelatih Rossoneri Massimiliano Allegri terhadap kemampuan sebenarnya lulusan akademi sepakbola Atalanta itu. Dengan Milan berjuang bangkit setelah revolusi tahun 2012, Allegri secara teratur menunjuk Montolivo sebagai aset terbesarnya di lapangan tengah, memberikannya kunci untuk mendikte bagaimana timnya bermain dan langsung sukses – Agen Judi Bola.

Di jantung klub papan atas Italia itulah musim lalu, Montolivo akhirnya mendapatkan kesempatan dari seorang pelatih yang, untuk pertama kalinya, memberi penekanan pada bakat uniknya soal versatilitas dan improvisasi dan menggunakannya sebagai kekuatan tim.

Sejak hari pertamanya di Milan diri Montolivo sudah terlihat sebagai campuran karakteristik rekan-rekan setimnya, dengan kemampuannya itu, dia dengan cepat menjadi titik fokus tim saat bertahan hingga menyerang. Entah dengan mendikte permainan seperti playmaker lain, memainkan peran Mezz’ala secara sempurna, atau menggunakan insting mencari posisi dan membaca permainan untuk melindungi lini belakang, dia melakukannya dengan sempurna, menjadi kesayangan suporter Milan.

Namun baru saja saat kapten klub yang baru ditunjuk itu berpikir dia bisa menjadi pemain inti dalam proses renaissance Milan, semuanya bisa selesai begitu saja.

Meskipun Adriano Galliani berkata bahwa tidak ada pemain baru sebelum pemain yang tidak diperlukan dikeluarkan terlebih dahulu, deal untuk Andrea Poli sudah disetujui, sedangkan Juraj Kucka, Jorginho, Francesco Lodi, bahkan Kevin Strootman sempat disebutkan sebagai pemain lain yang mungkin akan ditambahkan ke skuad Milan. Semua nama tersebut bisa mengambil alih otoritas Montolivo di lapangan hijau.

Peluang Montolivo bisa mengulang performanya musim lalu akan jauh menurun dengan kedatangan pemain-pemain tadi, dia akan hilang di antara pemain kreatif lain yang mungkin punya ide sendiri bagaimana Milan akan melakukan permainan, persis seperti dia di timnas Italia – Agen Judi Bola,

Sulit dibayangkan Montolivo akan bisa sesukses dirinya di Milan saat ini bila dia ke Milan musim lalu, dengan keberadaan Clarence Seedorf yang tak tergantikan. Penampilan-penampilan paling impresif Montolivo saja baru keluar sejak Nigel de Jong mengalami cedera yang mengakhiri musimnya Desember lalu. Meskipun kejatuhan drastis seperti Kevin-Prince Boateng maupun Antonio Nocerino tampaknya masih jauh dari karir Montolivo musim depan, mungkin dia tidak akan menikmati menjadi konduktor sendirian di lapangan lagi.

Jika Milan masih berharap mendapatkan yang terbaik dari Montolivo, mereka harus mencarikan pemain yang bisa mendukungnya, bukan pemain yang mirip dengannya. Tantangan Galliani dan Allegri adalah terus memberi tambahan tenaga bagi klub tanpa menenggelamkan pemain kunci mereka sendiri. Keberhasilan mempertahankan Montolivo sebagai pemain paling berpengaruh di lapangan, sebagai pemain paling bersinar di lini tengah akan membantu tim secara keseluruhan.

Keputusan Milan untuk tidak menjual Stephen El Shaarawy menunjukkan komitmen pada proyek yang sedang dirintis di San Siro. Sebuah revolusi sudah mereka mulai, dan sedang mereka jalankan. Hasilnya sudah menunjukkan perbaikan dari tahun sebelumnya. Dan membuktikan kegagalan Prandelli dalam mengenali tipe Montolivo akan juga membantu revolusi klub itu menjadi klub papan atas Italia dan Eropa sekali lagi – Agen Judi Bola.

Ditulis oleh Liputan Seputar Bola Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://liputanseputarbola.com/agen-judi-bola-sihir-montolivo-meredup-atau-kalah-bersinar/ Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.